Pj Gubernur Bahtiar Dukung Perubahan Status IAIN Bone Jadi UIN, Harap Kampus Berkontribusi Kembangkan Pantai Timur Sulsel

Makassar, metro-pendidikan.com — Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menerima audiensi dari Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Prof. Dr. H. Syahabuddin, M. Ag bersama jajaran di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, baru saja ini.

Kunjungan itu terkait dukungan kampus terhadap program Pemprov serta dukungan Pemprov Sulsel dalam peningkatan kualitas kampus IAIN Bone. Termasuk untuk mencapai akreditasi unggul perguruan tinggi serta perubahan statuta dari institut menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran sangat strategis dalam memajukan pembangunan di daerah. Karena itu, baik dosen maupun mahasiswanya, harus memberi kontribusi dalam mengatasi berbagai permasalahan di mana mereka berada yang cukup kompleks.

“Sebagai pejabat gubernur dan Pemprov Sulsel tentu mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang dilakukan bapak Rektor IAIN Bone dan jajaran,” kata Bahtiar.

Termasuk bagaimana memberikan peranan tersebut dalam mengoptimalkan potensi kawasan di Teluk Bone. Ketimpangan yang dibiarkan puluhan tahun utamanya dengan Pantai Barat Sulsel.

“Perguruan tinggi seperti IAIN Bone, memiliki peranan untuk dapat memajukan daerah kita di wilayah yang berada Pantai Timur yang kini masih timpang,” sebutnya.

Bahtiar juga menyampaikan kesediaan Pemprov jika IAIN dalam hal mendukung ketahanan pangan membutuhkan bibit pisang maupun peternakan.

Tidak hanya itu, pimpinan IAIN Bone juga menyampaikan permohonan terkait perbaikan jalan menuju kampus II IAIN Bone.

Sedangkan, Rektor Syahabuddin menyampaikan, kedatangannya bersilaturahmi untuk pengembangan IAIN menjadi UIN. Atau IAIN Bone bertransformasi menjadi PTN-Badan Layanan Umum (BLU).

“Kami datang silaturahmi dengan Pak Gubernur adalah untuk pengembangan IAIN menjadi UIN,” ujarnya sembari mengatakan
ke depan pihak kampus juga
mendukung program Pemprov Sulsel untuk pengembangan ketahanan pangan, pertanian, peternakan dan perikanan termasuk budidaya pisang jenis cavendish (pisang Ambon putih).

“Ketika status kampus sudah menjadi UIN, bisa membuka fakultas-fakultas, seperti pertanian, peternakan dan kehutanan. Program gubernur ini sangat cocok dengan kemajuan atau alih konversi UIN ke depan,” pungkas Prof Syahabuddin. **Jamal Takdir**

Pos terkait