Makassar.metro-pendidikan.com. Program Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar dirangkai dengan acara One Day Peace Festival mengusung tema “Agama untuk Damai, Kemanusiaan untuk Semua, berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar, Jumat (5/12/2025) lalu.
Kegiatan yang diinisiasi oleh para alumni Jurusan Perbandingan Agama Angkatan (kini Studi Agama-Agama) dan civitas akademika mengaku gembira karena mendapat support, dukungan dan fasilitasi dari Kepala Kementerian Agama Kota Makassar Dr H Muhammad, M.Ag sekaligus juga alumni Jurusan Perbandingan Agama.

Sayangnya, H Muhammad tak sempat menghadiri kegiatan tersebut karena bertepatan jadwal rapat kerja oleh jajaran Kemenag Kota Makassar di Malino, Tinggi Moncong (Gowa). Meski begitu, Pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, hadir membuka secara resmi kegiatan Milad SAA dan One Day Peace Festival diwakili oleh Wakil Dekan 3, Muh Syahrir Karim, Ph.D, M.Si.
“Izinkan saya menyampaikan ucapan terima
yang sebesar-besarnya kepada bapak Dr H Muhammad atas segala bentuk dukungan, perhatian serta support yang senantiasa diberikan kepada Program Studi Agama-Agama. Dukungan tersebut menjadi kekuatan penting bagi keberlanjutan dan perkembangan Prodi SAA hingga hari ini. Atas dasar dukungan inilah berbagai kegiatan, termasuk kegiatan hari ini, dapat terselenggara dengan baik”, ungkap Syahrir Karim.
Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penanggung jawab kegiatan, Izzatul Jannah, S.Ag, yang juga merupakan alumni dari Program Studi Studi Agama-Agama, serta kepada Ketua Panitia, Muhammad Khaerul Anam, yang telah mengoordinasikan kegiatan ini dengan penuh dedikasi, tanggung jawab dan semangat kebersamaan.
“Terima kasih pula kepada seluruh panitia, pengurus, serta seluruh jajaran yang telah bekerja keras, mencurahkan tenaga, waktu, dan pikiran demi terselenggaranya kegiatan One Day Peace Festival yang dirangkaikan dengan Milad Studi Agama-Agama ke-53 ini”,tambah Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat ini.
Kegiatan ini tentu menjadi semakin bermakna dengan tema yang kita usung hari ini, yaitu “Agama untuk Damai, Kemanusiaan untuk Semua”. Tema ini merupakan pesan yang sangat relevan dengan kondisi kehidupan kita saat ini. Ia menegaskan bahwa agama sejatinya hadir sebagai sumber kedamaian, bukan perpecahan, serta mengajarkan bahwa kemanusiaan harus selalu menjadi pijakan utama dalam menyikapi setiap perbedaan.
Sejalan dengan semangat tersebut, Syahrir Karim berharap agar keberlanjutan Program Studi Agama-Agama senantiasa tetap eksis, terus berkembang dan semakin dikenal luas di seluruh Indonesia. Prodi ini bukan hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya nilai-nilai toleransi, kemanusiaan dan perdamaian yang menjadi jati diri kita bersama.
Harapan dia, agar ke depan Prodi Studi Agama-Agama semakin maju, semakin kuat secara akademik, melahirkan generasi yang berintegritas, berpikir terbuka, serta mampu menjadi duta perdamaian di tengah masyarakat. Semoga SAA terus bertumbuh, menginspirasi, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan.
Harapan serupa, juga datang dari Sekretaris Program Studi Agama-Agama, Guruh Ryan Aulia, S.Pd, M.Han. Hanya saja, dia menegaskan, sukses kegiatan Milad Studi Agama-Agama ke-53 tahun ini dirangkai dengan One Day Peace Festival tak lepas dari perhatian dan dukungan bapak H Muhammad yang juga beliau bagian dari keluarga besar alumni Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar.
“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada penanggung jawab kegiatan Izzatul Jannah, S. Ag, ketua panitia Muhammad Khaerul Anam atas dedikasinya dalam menyukseskan One Day Peace Festival yang dirangkaikan dengan acara Milad SAA tahun 2025 ini”, ujar Guruh Ryan Aulia.
“Kegiatan ini semakin bermakna dengan tema, Agama untuk Damai, Kemanusiaan untuk Semua. Narasi ini memberi pesan universal bahwa agama adalah sumber kedamaian dan kemanusiaan adalah landasan utama dalam hidup berdampingan.
“Studi Agama-Agama agar terus berkembang melahirkan generasi yang berintegritas, berpikir terbuka dan mampu menjadi duta perdamaian bagi masyarakat”, tandasnya.
Dalam tempat berbeda, Kepala Kemenag Kota Makassar, H Muhammad memberi apresiasi sekaligus memuji kegiatan tersebut. Hal ini menjadi momentum untuk meneguhkan bahwa warga Sulawesi Selatan dan khususnya warga Kota Makassar sungguh menghargai perbedaan agama dan keyakinan.
“Pluralisme dan keberagaman harus kita terima sebagai bagian dari sunnatullah dan anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa”, tegas H Muhammad yang juga Ketua Umum BPC IKA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan yang berlangsung sehari, selain dihadiri Pdt Dr John Christianto Simon, M.Th. M.Hum (Dosen Filsafat Teologi dan Studi Agama-Agama STFT Indonesia Timur pada sharing session, juga hadir Muh Syahrir Karim, Ph.D, M.Si (Wakil Dekan 3) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, juga hadir anak panitia asuhan.
Sebagai rangkaian kegiatan One Day Peace Festival, antara lain penampilan paduan suara, musikalisasi, tari wonderland, tari kreasi disampaikan siswa SMA/MAN 2 Makassar dan lintas agama oleh civitas akademika.
Kami akan menggelar One Day Peace Festival sekaligus merayakan Milad Studi Agama-Agama ke-53 tahun dengan tema “agama untuk damai, kemanusiaan untuk semua”.
Acara dibagi dua sesi:
– Sesi pagi: Sharing session bersama Pdt. Dr. John Christianto Simon, M.Th, M.Hum (Dosen Filsafat Teologi & Studi Agama-Agama STFT INTIM)
– Sesi malam (malam puncak): Pesta merayakan milad dengan berbagai penampilan: padus, musikalisasi puisi, tari Wonderland, tari kreasi, dan penampilan lintas agama dari civitas kampus.
Semua kegiatan bertujuan menunjukkan keberagaman yang harmonis dan makna agama sebagai jembatan damai untuk semua manusia.
Mari kita dukung dan sampaikan pesan damai ini bersama!.***
Laporan : Darwis Jamal






