Soppeng.metro-pendidikan.com. Lomba Open Turnamen Domino Bupati Cup II Kabupaten Soppeng, yang berlangsung mulai 14 sampai 15 Februari 2026 berlokasi di Desa Laringgi Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.
Meski kegiatan tersebut berjalan sukses, namun sebagian peserta sangat menyesalkan karena panitia lomba dinilai kurang sportif dan obyektif dalam menetapkan tata tertib yang berlaku dalam lomba atau bertanding.
Pertandingan domino yang dihadiri kurang lebih 2000 orang berbagai penjuru daerah di Indonesia dengan hadiah juara 1 cukup fantastis yakni sebesar Rp 100 juta, juara 2 Rp 50 juta dan juara 3 sebesar Rp 25 juta.
“Patut diduga kalau panitia kurang fair, bahkan panitia kurang mengedepankan nilai sportifitas dalam lomba”, ujar salah seorang peserta dari Jakarta yang minta tolak disebutkan identitasnya.
Terhadap hajatan akbarbitu, dia berharap ada evaluasi dari panitia agar situasi seperti itu tidak terulang. “Kami berharap kepada bapak Andi Jamaro selaku Ketua Umum DPP Pordi dan Ilham Arif Sirajuddin Ketua Umum DPD Pordi Sulsel segera mengevaluasi kinerja DPC Pordi Kabupaten Soppeng”, ucapnya.
Tidak hanya itu, lanjut sumber, dalam pelaksanaan kegiatan ini patut disayangkan kemeriahan kegiatan lomba diwarnai insiden-insiden kecil di tenda Ompo yg diduga kurangnya komunikasi antara panitia dan peserta dalam hal tata tertib yang menjadi rujukan kegiatan lomba.
Salah satu peserta lainnya yang tidak ingin disebut namanya juga menuturkan dalam hal sportifitas panitia yang terlibat juga turut serta menjadi peserta lomba.
“Bagaimana mungkin seorang panitia kegiatan ikut juga bertanding, di sinilah agak kacaunya tatap tertib aturan main, sehingga bisa memicu insiden kecil pada lomba domino Bupati cup II 2026 di Kabupaten Soppeng”, tukas sumber dengan nada setengah kecewa. **
Laporan : Darwis Jamal




