Kepala Kemenag Maros Resmikan Masjid di Kecamatan Tanralili dan Turikale, Ingatkan Pewakif Selesaikan Akte Ikrar Wakaf

Maros.metro-pendidikan.com. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maros, Dr H Muhammad, M.Ag sukses meresmikan dua masjid pada hari sama, Ahad (22/9/2024) dalam tempat yang berbeda, yakni di Kecamatan Tanralili dan Turikale, Kabupaten Maros.

Kedua sarana ibadah yang diresmikan pemanfaatannya itu adalah Masjid Athira Al Munawwarah di RT.01/RW.06, Lingkungan Buata Toa Selatan, Kelurahan Petuadaeng, Kecamatan Turikale dan Masjid Basri Ibrahim berlokasi di Perumahan Tahfidz Madani, Kelurahan Lekopancing, Kecamatan Tanralili.

Khusus Masjid Basri Ibrahim merupakan wakaf yang diberikan oleh keluarga Basri Ibrahim. “Dengan hadirnya kedua masjid tersebut, maka jumlah masjid di Kabupaten Maros kini berjumlah 879 buah”, ungkap H Muhammad di sela-sela acara peresmian Masjid Basri Ibrahim.

Karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk memanfaatkan masjid dan merawatnya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT terutama ibadah shalat secara berjamaah. Sehingga hablumminallah (hubungan kepada Allah) dan hablumminannas (hubungan sesama manusia) dapat terlaksana dengan baik.

Tidak hanya itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Maros juga mengingatkan para pewakif untuk segera menyelesaikan akta ikrar wakafnya. ‘Nanti Kepala KUA dan penyuluh agama akan menindaklanjutinya sehingga kedua masjid ini dapat memiliki dasar hukum dan atas hak pengelolaan oleh warga setempat”, harap H Muhammad.

Harapan serupa, juga disampaikan H Muhammad saat meresmikan Masjid Athira Al Munawwarah di Kelurahan Petuadaeng, Kecamatan Turikale. Bahkan, dia mengapresiasi kepada keluarga besar almarhum H Mustafa. Dalam hal ini, anak beliau almarhum yakni H Muhammad Amir, SE beserta istri Hj Suharni yang telah mengikhlaskan hartanya untuk pembangunan masjid tersebut.

“Ketulusan dan keikhlasan dari keluarga almarhum, kita hadir bersama-sama warga untuk meresmikan pemanfaatan masjid ini. Tentu kami juga berharap kepada warga setempat agar dapat memakmurkan masjid tersebut melalui spirit kebersamaan”, ujar H Muhammad yang mendapat julukan pendekar moderasi beragama oleh masyarakat Kabupaten Maros.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (MDI) Kabupaten Maros, KH Abdul Hafid Amri mengajak, mari kita makmurkan masjid ini dengan shalat berjamaah. “Kami juga menyampaikan bahwa masjid perlu didaftar ke Kantor Kementerian Agama melalui KUA setempat. Setiap masjid harus memiliki pengurus dan punya rekening tersendiri sehingga pengelolaan keuangan masjid benar-benar transparan kepada jamaah atau publik”, ujar KH Abdul Hafid Amri juga hadir pada acara peresmian Masjid Athira Al Munawwarah di Kecamatan Turikale.

Turut hadir dalam peresmian masjid Athirah Al Munawwarah, selain Kepala Kemenag Maros, juga hadir Camat Turikale, Pengurus Dewan Masjid Indonesia (MDI) Maros, Kepala KUA Kecamatan Turikale, Lurah Petuadaeng, Babinsa, Bhabinkamtibmas, keluarga besar Roti Maros Athira dan jamaah Masjid Athira Al Munawwarah. **hms**

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait