Kedua Guru Terancam Dipecat, Siswa,Guru dan Komite SMANSA Lutra Gelar Aksi Keprihatinan

Luwu Utara, metro-pendidikan.com  — Guru, Siswa dan Komite SMAN 1 Masamba melakukan aksi dengan tema “Aksi Keprihatinan Guru Kami” yang diduga tersandung kasus pungli dan terancam akan di berhentikan secara tidak terhormat.

Aksi dilakukan saat jam istirahat di halaman SMA 1 Masamba. Jumat 3/10/2025. Peserta aksi menuliskan bentuk Keprihatinan yang ditulis pada kertas berwarna putih.

Melalui aksi ini mereka berharap pihak aparat penegak hukum (APH) agar meninjau kembali kasus yang dialami kedua guru SMA 1 Masamba itu.

“Semestinya kasus ini tidak sampai ke APH karena apa yang dilakukan sekolah sesuai dengan kesepakatan komite dan orang tua siswa dengan dilampirkan berita acara rapat komite dan surat peryataan orang tua siswa” ungkapnya.

Namun APH menganggap itu sebagai pungutan liar (Pungli) sesuai dasar hukum tindak pidana korupsi. Namun disisi lain pihak komite mempunyai landasan untuk meminta sumbangan sukarela kepada orangtua siswa untuk kebutuhan sekolah yang tidak dapat terjangkau.

Untuk itu dengan aksi ini mereka berharap kedua guru tersebut tidak diberhentikan secara tidak terhormat karena diduga telah terjadi diskriminasi terhadap guru mereka

Melihat postingan tersebut, Ketua PGRI Luwu Utara, Ismaruddin langsung merepon aksi tersebut.

Ia mengatakan, aksi keprihatian warga sekolah SMA 1 Masamba (Smansa) atas kasus yang menimpa mantan kepsek Smansa Bapak Drs.Rasnal ,M.Pd, dan guru Smansa Bapak Drs Abdul Muis, dalam kasus pungutan dana komite sekolah yang telah dinyatakan bersalah melalui putusan MA.

“Keduanya telah menjalani masa tahanan masing masing selama 1 tahun, dan untuk Pak Rasnal telah terbit SK gubernur pemberhentian dengan tidak hormat sebagai Guru tertanggal 21 Agustus 2025,” kata Imsaruddin. Jumat (3/10/2025)

“Mari kita Galang solidaritas dan aksi peduli serta donasi semoga dapat dilakukan upaya hukum sesuai regulasi yang berlaku kepada kedua saudara kita tersebut sehingga keduanya dapat dikembalikan hak hak dan martabatnya sebagai ASN guru, mari berjuang bersama, hidup guru, hidup PGRI, solidaritas yes,” tegasnya.

Laporan: Alihidayat/Jusman

Pos terkait