PINRANG, metro-pendidikan.com — Setiap anak memiliki cahaya potensi dalam dirinya. Namun, tidak semua berani menyalakan cahaya itu, tidak semua percaya bahwa dirinya mampu, dan tidak semua mendapatkan kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka bisa. Pesan inilah yang menjadi semangat dalam kegiatan ATEPA 3 (Aroppo Tania Parewa 3) UPT SMAN 7 Pinrang, Jumat–Sabtu, 16–17 Oktober 2026.
Sebanyak 165 peserta dari 16 organisasi siswa mengikuti kegiatan ini dengan harapan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga berani bermimpi, berjuang, dan mengukir prestasi.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd., yang membawakan materi tentang Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Dengan penyampaian yang jelas dan penuh motivasi, beliau mengajak para siswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tersedia. Setiap siswa, menurut pesan yang ditekankan dalam materinya, perlu terus mengembangkan kemampuan dan berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya.
Pesan tersebut bukan sekadar ajakan untuk mengikuti perlombaan. Lebih dari itu, ada harapan agar setiap anak berani keluar dari keraguan, mengenali potensinya, dan membuktikan bahwa keterbatasan hari ini tidak harus menjadi batas bagi cita-cita esok hari.
Sebab, tidak semua anak memulai perjalanan dari garis yang sama, tetapi setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk melangkah menuju keberhasilan.
Porseni Bukan Sekadar Perlombaan, tetapi Pintu Menuju Masa Depan
Dalam pemaparannya, Baharuddin Iskandar juga menekankan pentingnya mengarahkan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di sekolah pada cabang lomba dan pertandingan yang terdapat dalam ajang Puspresnas.
Pesan ini memiliki makna yang mendalam bagi dunia pendidikan. Porseni hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan yang meriah sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan bakat dan prestasi siswa secara berkelanjutan.
Di balik seorang siswa yang berdiri di podium, ada latihan yang mungkin tidak dilihat orang lain. Ada rasa lelah yang disembunyikan, kegagalan yang harus diterima, air mata yang jatuh diam-diam, serta keberanian untuk mencoba kembali ketika hasil belum sesuai harapan.
Karena itu, sekolah memiliki peran penting untuk membuka jalan, guru hadir untuk membimbing, dan organisasi siswa menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian serta kedisiplinan.
Jangan menunggu siswa menjadi juara untuk memberinya kesempatan. Berikanlah kesempatan agar ia dapat belajar, bertumbuh, dan suatu hari menemukan jalan menuju prestasinya.
Inilah semangat pembinaan prestasi yang perlu terus ditumbuhkan: setiap bakat dikenali, setiap potensi didampingi, dan setiap perjuangan dihargai
Kacabdisdik Wilayah VIII Motivasi 165 Peserta ATEPA 3 SMAN 7 Pinrang untuk Berani Berkompetisi dan Berprestasi
Kepala UPT SMAN 7 Pinrang, Drs. Ikhwan Matu., M.Pd., menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, atas kesediaan dan kontribusi beliau dalam memberikan materi serta motivasi kepada 165 peserta dari 16 organisasi siswa
Kehadiran dan arahan beliau tentang Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menjadi suntikan semangat bagi para siswa untuk berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan mengambil bagian dalam berbagai ajang kompetisi yang dapat mengantarkan mereka meraih prestasi.
Laporan : (Fathur)






