MALANGKE, LUWU UTARA, metro-pendidikan.com – SMA Negeri 11 Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) untuk ekstrakurikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) pada 10-11 Oktober 2026.
PIK-R merupakan ekstrakurikuler resmi di SMAN 11 Luwu Utara di bawah binaan Pak Misrang, http://S.Pd dan Ibu Alvin Damala, http://S.Pd. Ekskul ini adalah wadah kegiatan yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja di bawah pembinaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui program Generasi Berencana (GenRe).
Dengan mengusung tema “Menyiapkan Kader Remaja yang Sehat, Cerdas dan Peduli Sesama”, Diksar ini diikuti 38 siswa dari kelas X dan XI sebagai peserta, serta 17 siswa dari kelas XI dan XII sebagai panitia pelaksana.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Satuan Pendidikan SMAN 11 Luwu Utara, Bapak Idris, http://S.Pd, pada Sabtu (10/10/2026) pukul 09.00 WITA. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi pelaksanaan Diksar dan mengingatkan kembali tujuan utama PIK-R.

Menurutnya, PIK-R berperan memberikan edukasi yang benar seputar kesehatan reproduksi remaja, menyiapkan kehidupan berkeluarga dan pendewasaan usia pernikahan, menyediakan layanan konseling sebaya sebagai tempat bercerita yang aman tanpa dihakimi, mengembangkan keterampilan hidup (life skills), serta mencegah TRIAD KRR (pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan NAPZA), HIV/AIDS dan stunting.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Camat Malangke, Kapolsek Malangke, Ketua TP-PKK Kecamatan Malangke, dan Forum GenRe Kabupaten Luwu Utara.
Ketua Panitia, Hengki Saputra dari kelas XI.3, mengaku antusias menjalankan tugasnya. Ia menyebut menjadi ketua panitia adalah langkah awal belajar kepemimpinan di dunia nyata.
“Menjadi ketua panitia mengajarkan saya bagaimana bekerja secara terorganisir sesuai arahan dari Bapak/Ibu pembina, mengambil keputusan cepat dan tepat tanpa merugikan pihak lain, dan mengelola manajemen waktu dengan baik sehingga semua kegiatan dapat terealisasi sesuai rundown,” ujarnya.
Salah satu peserta mengaku termotivasi setelah mengikuti materi _ice breaking & team building_, yakni permainan kelompok untuk mencairkan suasana serta melatih kerja sama, kekompakan, dan keakraban.
Pembina PIK-R, Ibu Alvin Damala, http://S.Pd, berharap setelah Diksar, pengurus dan anggota masa bakti 2026/2027 yang baru terbentuk dapat menjalankan amanah dengan tanggung jawab, komitmen tinggi, aktif, dan penuh dedikasi.
“Harapan kami PIK-R menjadi wadah dan ruang yang aman dan positif untuk belajar, bertumbuh, berbagi cerita, dan saling mendukung. Siswa PIK-R harus menjadi agen perubahan, mampu menyebarkan pengaruh baik, misalnya ikut memerangi bullying, menjauhi narkoba, seks bebas, serta pernikahan dini,” jelasnya.
Diharapkan setelah Diksar ini, siswa memiliki _life skills_ seperti manajemen diri, komunikasi efektif, pemecahan masalah, dan kepemimpinan, serta _character building_ berupa rasa percaya diri yang positif, akhlak mulia, dan integritas diri sebagai agen perubahan.
Kegiatan berlangsung tertib dan ditutup oleh Kepala Sekolah Bapak Idris, http://S.Pd pada Minggu (11/10/2026) pukul 16.30 WITA. Dalam sambutan penutup, beliau berterima kasih kepada pemateri, panitia, dan peserta. Ia menegaskan Diksar bukan akhir, melainkan awal untuk melahirkan program-program kreatif yang memupuk potensi diri, rasa percaya diri, dan kemampuan problem solving remaja.
*Penulis : Masdariah (Guru SMAN 11 Luwu Utara)
* Laporan ; Ali Hidayat M






