Gowa, metro-pendidikan.com
Dugaan keterlibatan seorang oknum intel dari satuan Divisi Kostrad dalam aktivitas tambang yang diduga ilegal di Jalan Poros Malino, tepatnya di Kabbasa, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa kini menjadi sorotan tajam.
Informasi itu mencuat dari penuturan sejumlah warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Mereka mengaku kalau aktivitas tambang tersebut seperti kebal hukum, seolah ada “payung besar” yang membuat aparat lain tak berdaya.
Warga menyebut oknum intel berinisial DS itu kerap berada di sekitar lokasi, bahkan diduga berperan sebagai pelindung operasional tambang.
Aktivitas alat berat terus berjalan, sementara keluhan warga dianggap angin lalu. Situasi ini membuat publik bertanya: kenapa tambang yang diduga ilegal bisa berjalan senyaman itu?
Aroma penyalahgunaan wewenang mulai tercium setelah bolak balik ke lokasi tambang dan masyarakat berharap institusi terkait segera turun tangan sebelum situasi berubah menjadi preseden buruk, apalagi oknum aparat TNI diduga membackup tambang ilegal tersebut.
Sampai berita ini tayang, redaksi (jurnalis) masih berupaya melakukan konfirmasi dengan Oknum TNI dan pihak penambang tersebut. **RJ***
Publizer : Darwis Jamal






