MTsN Palopo Berbagi Sedekah Jum’at Jelang Peringatan HUT RI Ke-79, Sambangi Rumah Salah Satu Siswa

Palopo.metro-pendidikan.com. Berbagi kebahagiaan dan kegembiraan menyambut hari kemerdekaan, OSIM/MPK MTsN Kota Palopo melalui program rutinnya yakni sedekah Jum’at kembali berkunjung ke rumah salah satu siswa MTsN Kota Palopo. Kunjungan itu memberi sedekah kepada siswa yang layak dibantu, berlangsung Jum’at (16/8/2024) lalu.

Penyaluran donasi dari seluruh siswa dan juga guru yang ada di Madrasah diserahkan kepada penerima manfaat dalam bentuk sembako. Termasuk diantaranya beras, telur, mie instan beserta bumbu-bumbu dapur lainnya.

Hasri (Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan) menyampaikan harapannya bahwa kalian teruslah berbagi agar program rutin ini bisa berlanjut.

“Sekiranya program ini bisa menyentuh seluruh siswa MTs sebagai penerima manfaat dari internal madrasah yang memang layak untuk kita bantu ringankan bebannya dan juga sama-sama bisa merasakan manfaat dengan adanya program ini, khususnya pada momentum kali ini program ini bisa berbagi kebahagiaan akan detik-detik menyambut hari kemerdekaan”, jelas Hasri.

OSIM/MPK yang bertanggung jawab dengan jalannya program rutin telah menjalin komunikasi sebelumnya dengan penerima manfaat serta melakukan survey lokasi sebelum akhirnya memutuskan agar siswa yang terpilih tersebut sangatlah layak untuk menerima manfaat sedekah Jum’at.

Rifaiz, penerima manfaat anak nelayan yang juga siswa dari MTsN bermukim di salah satu rumah terapung sekitaran wilayah pelabuhan di Kota Palopo tepatnya Jalan Baru Tanjung Ringgit.

Dia juga merupakan anak tunggal dan seorang pasangan suami istri Suarman dan Trisnawati yang bermata pencaharian sebagai seorang nelayan.
Trisnawati (Ibu Rifaiz) mengucapkan terima kasih yang mendalam.

“”Saya ucapkan terima kasih kepada donatur yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh OSIM/MPK dengan adanya program ini, terlebih beberapa waktu sebelumnya keluarga kami ditimpa musibah, dimana ayah dari Rifaiz mengalami kecelakaan saat mencari hasil laut sehingga mengalami patah tulang dan harus dirawat dan belum bisa beraktifitas sampai batas waktu yang belum diketahui”, ucapnya.

“Ayah kami adalah satu-satunya tulang punggung pengais rezki keluarga. Maka adanya program ini tentunya sangat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari kami”, tambah Rifaiz dengan nada terharu. **

Laporan : Arifin/hms mtsn plp

Pos terkait